Kita memang harus kaya. Kaya jangan hanya berupa keinginan atau harapan, tapi harus! Betul kata Aa Gym dalam bukunya yang terkenal, “Saya Tidak Ingin Kaya, tapi Harus Kaya”.
Kekayaan, menurut Aa Gym adalah sigma dari berbagai komponen. Dengan kata lain, kekayaan tidak berdimensi tunggal (kaya harta), tetapi memiliki dimensi yang luas, yakni kaya ghirah (semangat), kaya input (ilmu, wawasan, dan pengalaman), kaya gagasan (ide dan motivasi), kaya ibadah (amal), dan kaya hati dan bonusnya kaya harta.
Namun yang harus kita utamakan, adalah kaya dalam arti kaya harta, agar lepas dari kemiskinan. Dengan kaya harta, kita dipastikan akan memiliki ghirah hidup, memiliki semangat menggebu dalam mengejar ilmu, semangat mencari pengalaman hidup yang luas, bahkan akan mendorong kita untuk selalu beribadah dan meningkatkan amal kepada sesama.
Akan beda kenyataannya, jika kita hanya kaya dalam ghirah atau kaya gagasan, tetapi miskin harta. Jika demikian, segalanya akan terkendala, tidak akan berkembang.
Karena itulah, mari kita kejar kekayaan harta sesuai dengan jalan yang kita yakini, tetapi tetap ada di jalan Allah SWT.
Kalau masih susah, cobalah pelajari dengan seksama buku Aa Gym tersebut. Di sana, ada panduan atau tuntutan yang bisa kita terapkan agar kita kaya.
Jika belum memiliki bukunya, silakan beli bukunya di serbakas.blogspot.com. Siapa tahu masih tersedia!
Salam kaya!